Diogenes Si Filsuf Edan yang Hidup di Gentong dan Ngeledek Alexander Agung

kisah hidup diogenes
kisah hidup diogenes

Di antara para filsuf Yunani, Diogenes dari Sinope adalah yang paling nyeleneh, berani, dan nggak peduli omongan orang.

Kalau Socrates terkenal dengan metode tanya-jawabnya, dan Plato dengan teorinya yang kompleks, Diogenes terkenal dengan kelakuannya yang absurd dan gaya hidup ekstrem.

Dia adalah bapak filsafat Sinisme, yang ngajarin bahwa kebahagiaan sejati datang dari hidup sederhana dan bebas dari keinginan duniawi.

Buat Diogenes, aturan sosial, kekayaan, dan status itu omong kosong. Dia lebih pilih hidup miskin, makan seadanya, dan ngomong blak-blakan ke semua orang—termasuk raja sekalipun.

Tapi gimana sih kisah hidupnya? Kenapa dia bisa sampai segila itu?

Masa Muda Diogenes: Dari Anak Bankir Jadi Pengelana Gembel

Diogenes lahir sekitar 412 SM di kota Sinope, yang sekarang ada di Turki.

Bapaknya adalah bankir, dan Diogenes seharusnya bisa hidup nyaman. Tapi… ada satu kejadian yang bikin hidupnya berubah total.

Konon, dia atau bapaknya ketahuan memalsukan uang, dan akibatnya mereka diusir dari kota.

Daripada nyari pekerjaan baru atau jadi kaya lagi, Diogenes malah memilih hidup sebagai pengelana miskin. Dia pergi ke Athena dan mulai mempelajari filsafat dari Antisthenes, seorang murid Socrates.

Tapi bukannya belajar biasa, Diogenes justru bawa pemikiran Sinisme ke level yang lebih ekstrem!

Gaya Hidup Gembel dan Momen Hidup di Gentong

Di Athena, Diogenes menolak semua kenyamanan hidup. Dia meninggalkan rumah, harta, dan bahkan pakaian berlebihan.

Dia hidup di jalanan, makan dari sisa-sisa makanan orang lain, dan bahkan tidur di gentong besar (kayak tong raksasa), karena menurutnya itu lebih dari cukup buat hidup.

Buat dia, orang-orang sibuk ngejar kekayaan dan status sosial cuma buang-buang waktu.

Bahkan, ada cerita kalau dia cuma punya satu mangkuk kayu buat minum. Tapi pas dia liat ada anak kecil minum pakai tangan, dia langsung buang mangkuknya dan bilang,

“Bocah ini lebih sederhana dari gue!”

Kebayang nggak? Filsuf lain debat soal teori dunia, sementara Diogenes malah sibuk ngeledekin masyarakat dengan aksinya.

Diogenes vs. Plato: Debat Filsuf vs. Tukang Nyinyir

Diogenes nggak cuma hidup nyeleneh, tapi juga suka ngelawan filsuf lain.

Salah satu yang paling sering dia ganggu adalah Plato.

Ketika Plato bilang bahwa manusia adalah “binatang berkaki dua tanpa bulu”, Diogenes langsung nyari ayam, nyabut bulunya, dan bawa ke kelas Plato sambil bilang,

“Nih, manusia menurut Plato!”

Plato akhirnya terpaksa nambahin definisinya, jadi “binatang berkaki dua tanpa bulu, dengan kuku datar.”

Bisa dibilang, Diogenes adalah troll pertama dalam sejarah filsafat!

Momen Legendaris: Ngeledek Alexander Agung

Salah satu cerita paling terkenal tentang Diogenes adalah pertemuannya dengan Alexander Agung, raja yang saat itu udah menaklukkan hampir seluruh dunia.

Alexander, yang penasaran sama filsuf nyentrik ini, datengin Diogenes pas dia lagi berjemur di gentongnya.

Alexander: “Gue ini raja dunia. Minta apa aja, gue kasih.”
Diogenes: “Minggir. Lu ngehalangin matahari gue.”

Alexander malah kagum dan bilang ke anak buahnya,

“Kalau gue bukan Alexander, gue pengen jadi Diogenes.”

Tapi Diogenes? Dia tetap nggak peduli. Dia nggak butuh kekuasaan atau harta.

Hidup Sampai Tua dengan Nyinyir Sampai Akhir

Diogenes tetap hidup sebagai pengelana gembel sampai usia tuanya.

Dia terus menghina orang kaya, politisi, dan orang-orang yang menurutnya hidup dalam kepalsuan.

Konon, dia meninggal sekitar 323 SM, di usia sekitar 90 tahun, karena keracunan makanan atau infeksi akibat digigit anjing.

Sesuai gaya hidupnya, dia nggak minta dimakamkan, tapi nyuruh orang-orang lemparin tubuhnya ke hutan biar dimakan binatang liar.

Pelajaran dari Diogenes: Hidup Tanpa Beban, Nggak Usah Gengsi!

Mungkin banyak yang nganggap Diogenes cuma orang gila, tapi di balik kegilaannya ada pesan yang dalam:

Bahagia itu nggak butuh banyak hal.
Gengsi dan status sosial itu ilusi.
Jangan takut nanya dan mempertanyakan aturan yang nggak masuk akal.
Kritik itu penting, tapi harus dibarengin dengan contoh nyata.

Meskipun gayanya ekstrem, Diogenes ngajarin kita buat hidup lebih sederhana dan nggak dikontrol oleh keinginan duniawi.

Legenda Filsuf Paling Nyeleneh dalam Sejarah

Diogenes bukan filsuf biasa. Dia nggak menulis buku, nggak bikin sekolah, dan nggak hidup dengan nyaman.

Tapi justru karena itu, dia jadi simbol kebebasan sejati—orang yang hidup tanpa terikat harta, status, atau aturan sosial.

Walaupun udah 2000 tahun lebih berlalu, pemikirannya masih relevan, terutama di zaman modern yang penuh gengsi dan pencitraan.

Jadi, kalau suatu hari lo ngerasa stres karena standar sosial atau tuntutan hidup… mungkin lo bisa nanya ke diri sendiri:

“Apa gue terlalu serius? Apa gue harus hidup lebih simpel kayak Diogenes?”

Dan kalau jawabannya “Iya”, mungkin lo bisa mulai belajar dari si filsuf gembel ini!

Scroll to Top