
Kalau ada ilmuwan yang bisa dibilang bapak fisika modern, Isaac Newton jelas salah satunya. Dia adalah otak di balik teori gravitasi, hukum gerak, kalkulus, dan optik.
Tapi siapa sangka, sebelum jadi ilmuwan top, Newton lahir prematur, hampir nggak selamat, diabaikan orang tuanya, dan sempat jadi orang paling pendendam di dunia sains!
Langsung aja kita bahas perjalanan hidupnya!
Masa Kecil: Lahir Prematur dan Ditinggal Orang Tua
Isaac Newton lahir pada 25 Desember 1642 (menurut kalender lama) di desa kecil Woolsthorpe, Inggris. Masalah pertama? Dia lahir prematur dan sangat kecil! Orang-orang bahkan nggak yakin dia bisa bertahan hidup.
Tapi, bocah ini ternyata kuat banget.
Pas Newton baru umur tiga tahun, ibunya nikah lagi dan meninggalkannya buat tinggal sama suami barunya. Newton kecil dititipin ke neneknya, dan sejak itu dia tumbuh dengan rasa kesepian. Banyak yang percaya kalau masa kecilnya ini bikin Newton jadi pribadi pendiam, introvert, tapi juga ambisius dan keras kepala.
Sekolah: Dari Anak Bodoh Jadi Paling Jenius di Kelas!
Di sekolah, Newton awalnya nggak terlalu menonjol. Tapi semua berubah gara-gara ribut sama teman sekelasnya!
Suatu hari, dia berantem sama anak paling pintar di sekolah. Karena dendam, Newton ngegas belajar mati-matian sampai akhirnya jadi murid paling jenius di kelas!
Dari situ, dia mulai suka matematika, fisika, dan eksperimen sains.
Kuliah di Cambridge dan Awal Kegeniusan Newton
Di umur 18 tahun, Newton masuk Universitas Cambridge. Di sini, dia belajar ilmu pengetahuan modern, tapi kecewa karena dosen-dosennya masih berpegang pada teori lama dari Aristoteles.
Jadi, Newton memutuskan buat belajar sendiri. Di waktu luangnya, dia mulai eksperimen, baca buku, dan mengembangkan ide-idenya sendiri.
Tapi baru aja dia mulai berkembang, tiba-tiba dunia kena wabah besar: Black Death (wabah pes). Akibatnya, Cambridge ditutup dan Newton terpaksa pulang ke desanya.
Ironisnya, masa karantina ini justru jadi titik balik terbesar dalam hidupnya!
Apel Jatuh dan Penemuan Gravitasi
Pas Newton lagi duduk santai di bawah pohon, dia melihat apel jatuh. Dari sini, dia mulai mikir:
“Kenapa apel jatuh ke bawah? Kenapa nggak ke samping atau ke atas?”
Dari pertanyaan ini, dia menemukan konsep gravitasi, sebuah gaya tak terlihat yang menarik benda ke bawah.
Tapi, Newton nggak berhenti di situ. Dia juga mikir: “Kalau gravitasi bisa menarik apel ke tanah, mungkin gaya yang sama juga bikin bulan tetap mengorbit bumi?”
Dari sinilah lahir teori gravitasi universal yang nantinya bikin dia terkenal di seluruh dunia!
Hukum Gerak Newton: Dasar Fisika Modern
Selain gravitasi, Newton juga menemukan tiga hukum gerak yang sampai sekarang jadi dasar dalam dunia fisika:
-
Hukum Inersia → Benda akan tetap diam atau bergerak lurus kecuali ada gaya yang mengubahnya.
-
Hukum Percepatan → Gaya yang diberikan ke benda akan menentukan percepatannya.
-
Hukum Aksi-Reaksi → Setiap aksi punya reaksi yang sama besar tapi berlawanan arah.
Tanpa hukum ini, nggak bakal ada roket, mobil, pesawat, atau bahkan olahraga modern!
Penemuan Lain: Kalkulus dan Optik
Nggak cuma gravitasi dan gerak, Newton juga:
✔ Menemukan kalkulus, cabang matematika yang jadi dasar fisika, ekonomi, dan teknik modern.
✔ Membuktikan bahwa cahaya putih terdiri dari spektrum warna, yang akhirnya jadi dasar teori optik.
✔ Membuat teleskop reflektor pertama, yang lebih canggih dari teleskop biasa.
Gila, otaknya bener-bener kayak komputer zaman dulu!
Dendam dan Pertengkaran dengan Ilmuwan Lain
Meski jenius, Newton juga terkenal super pendendam!
Salah satu musuh besarnya adalah Robert Hooke, ilmuwan yang juga meneliti gravitasi. Hooke sering ngejek dan meremehkan teori Newton, yang bikin Newton benci banget sama dia.
Bahkan, setelah Hooke meninggal, Newton diduga menghapus semua potret Hooke dari sejarah sains Inggris!
Selain itu, dia juga ribut sama Leibniz, seorang matematikawan dari Jerman. Keduanya sama-sama menemukan kalkulus, tapi Newton ngotot kalau dia yang pertama, dan perdebatan ini berlangsung selama bertahun-tahun!
Akhir Hidup Newton: Dari Ilmuwan Jadi Politisi
Di tahun-tahun terakhir hidupnya, Newton pindah dari dunia sains ke dunia politik. Dia jadi kepala Royal Mint, institusi yang mencetak uang Inggris.
Di sini, Newton berburu penjahat keuangan dan bahkan mengirim banyak pemalsu uang ke tiang gantungan!
Newton akhirnya meninggal di usia 84 tahun, tahun 1727, dan dimakamkan di Westminster Abbey, tempat pemakaman orang-orang hebat di Inggris.
Warisan Newton: Ilmuwan yang Mengubah Dunia
Newton mungkin udah lama meninggal, tapi warisannya tetap hidup di mana-mana:
✔ Hukum geraknya masih dipakai buat menghitung orbit roket dan satelit.
✔ Kalkulusnya masih jadi dasar matematika modern.
✔ Teorinya tentang cahaya membuka jalan buat teknologi optik, dari kamera sampai teleskop luar angkasa.
Tanpa Newton, mungkin kita nggak bakal punya teknologi luar angkasa, pesawat, atau bahkan perhitungan dasar dalam teknik dan fisika.
Jenius yang Penuh Kejutan
Dari anak kecil yang nyaris nggak selamat, jadi mahasiswa yang suka belajar sendiri, lalu tumbuh jadi ilmuwan terbesar sepanjang sejarah, Isaac Newton adalah bukti bahwa rasa ingin tahu bisa mengubah dunia.
Dan kalau ada satu pelajaran dari hidupnya, itu adalah:
“Jangan pernah berhenti bertanya dan berpikir.”
Karena bisa jadi, jawaban dari pertanyaan sederhana lo bakal mengubah dunia suatu hari nanti!